Seberapa luas dan sebesar apa sebuah kerajaan? Pernah mendengar kerajaan Harun Ar Rasyid?
Bukalah peta dunia! Dari laut Mediterania di sebelah barat, sampai India di sisi timur, Laut Arab di selatan hingga daratan Eropa di utara, dengan kota Baghdad sebagai jantung pemerintahan.
Itulah kerajaan Harun Ar Rasyid. Subhaanallah! Luas terbentang, dari ujung hingga tepi bagai tak ada akhirnya. Tak ada negara di dunia sekarang ini yang menyamai.
Sepanjang kurang lebih 500 tahun masa Abbasiyah, puncaknya di Harun Ar Rasyid. Baik luasan wilayah administrasi, kekayaan, kekuatan militer, ilmu pengetahuan, peradaban manusia, perkembangan tata kota, sistem pemerintahan, hingga ekonomi dan perdagangan. Banyak wilayah-wilayah daratan Eropa yang tunduk dengan membayar jizyah tiap tahunnya.
Harun Ar Rasyid di tahta khalifah selama 23 tahun lebih sedikit, dari tahun 786 M sampai 809. Beliau adalah khalifah ke- 5 dinasti Abbasiyah. Digelari Ar Rasyid yang berarti ; yang jujur, yang lurus, yang adil, atau yang terbimbing secara benar. Sebab, Beliau dikenal dengan ilmu agama, ibadah, dan kecintaannya kepada ulama ahli hadis.
Beberapa referensi menyebut bahwa Ibnus Sammak termasuk yang sering diminta wejangannya oleh Harun Ar Rasyid.
Ibnus Sammak, nama lengkapnya Muhammad bin Shubaih Al 'Ijli, Abul 'Abbas Al Kuufi (wafat 798 M). Beliau berguru kepada para ulama hadis, seperti ; Hisyam bin Urwah, Al A'masy, dan Sufyan Ats Tsauri. Murid-muridnya sangat banyak, termasuk Imam Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ayyub, dan Muhammad bin Abdillah bin Numair.
Adz Dzahabi (Siyar A'lam Nubala) menulis, "Ibnus Sammak. Ahli zuhud, teladan utama, dan penghulu para penasihat"
Al Hafizh Ibnu Katsir (Al Bidayah wan Nihayah,10/215) menyebutkan percakapan Khalifah Harun Ar Rasyid dan Ibnus Sammak.
Ketika itu, Harun Ar Rasyid meminta disiapkan air minum. Pelayan lantas mensajikan segelas air segar.
Khalifah : Tolong nasihati saya!
Ibnus Sammak : Wahai, Amirul Mukminin. Jika air sangat langka, kira-kira Anda akan membelinya dengan harga berapa?
Khalifah : Dengan separuh kerajaanku.
Ibnus Sammak : Silahkan Anda minum dengan senang hati
Setelah Harun Ar Rasyid minum...
Ibnus Sammak : Menurut Anda, jika air yang Anda minum tidak bisa keluar dari badan, kira-kira Anda berani membayar berapa?
Khalifah : Dengan separuh kerajaanku yang lain
Ibnus Sammak : Sungguh! Kerajaan, separuhnya senilai satu teguk air dan separuh yang lain sebanding satu kali kencing, apakah pantas untuk diperebutkan?
Khalifah Harun Ar Rasyid pun menangis.
Bayangkan ketika air sedang langka-langkanya, susah di dapat, padahal sedang haus-hausnya, lebih-lebih di tengah padang pasir, berapapun harganya (selagi dia punya), tentu ia rela melepas apa yang ia miliki, asalkan bisa minum. Jika Harun Ar Rasyid di posisi itu, Beliau siap membayar dengan separuh kerajaan.
Andaikan ingin kencing, namun ada kendala penyakit. Tidak bisa ditahan lagi. Sakit dan perih yang dirasa. Saluran organnya bagai disayat-sayat sembilu. Apa kompensasi yang siap ia berikan, asalkan bisa kencing dengan nyaman? Apabila Harun Ar Rasyid di posisi itu, Beliau siap membayar dengan separuh kerajaannya yang lain.
Dunia diperebutkan dengan buas. Tanpa belas kasih. Tidak ada hati karena telah kaku dan membeku. Inginnya semua-semua dipunya. Nyawa tak diharga. Sahabat dekat disikat. Teman seperjuangan disingkirkan. Anak istri ia tidak peduli. Yang penting, dia adalah dia, sang paling kaya dan merasa paling berkuasa.
Namun, tak sedikit yang akhirnya sadar dalam sesal. Apa yang ia punya, kuasa yang ada padanya, tak sedikitpun berarti apa-apa. Ketika hal yang sepele dan mudah, ia tidak mampu melakukannya. Ketika ia tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara, tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, di sanalah ia tersadar bahwa sia-sialah apa yang ia perebutkan sebelumnya.
Ia berharap, andaikan hartanya ditukar saja dengan hidup sehat. Cukup dengan hidup sehat, walau dipandang miskin. Asalkan ia muslim.
Rasulullah ﷺ bersabda;
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كفافا، وقنعه الله بما آتاه
" Sungguh beruntung hamba yang muslim, diberi rezeki sesuai keperluannya, dan diberi Allah rasa qana'ah atas apa yang diberikan untuknya "
HR Muslim 1054 dari Abdullah bin 'Amr
sumber : https://t.me/anakmudadansalaf
